JIKA Allah Swt masih melindungi, bayi merah dilempar dari lantai 3 ditemukan selamat. Tapi sang ibu, Nurlita, 24, jadi urusan di Polresta Magelang (Jateng). Usut punya usut, bayi itu hasil hubungan gelap dengan PIL-nya yang kabur, sementara Nurlita sudah lama pisah ranjang dengan suaminya.

Bayi dilempar setelah lahir dan selamat, sebetulnya cerita lama. Dalam kisah perwayangan, bayi Bambang Tetuko begitu lahir langsung dilempar Betara Narada ke kawah Candradimuka yang bernyala-nyala. Tapi bayi itu tidak mati, bahkan bertambah gede dan akhirnya bisa mengalahkan Kala Pracona dan Sekipu. Itulah putra Bima, yang setelah diakte Dinas Dukcapil diberi nama Gatutkaca.

Tapi itu cerita wayang. Bayi merah punya kehebatan seperti Gatutkaca itu adalah anak Nurlita, seorang SPG warga kota Magelang. Begitu dilahirkan dari toilet lantai 3 mall , jatuh menimpa atap seng rumah warga. Alhamdulillah masih selamat, dan kini dalam perawatan RS Harapan, Magelang.

Sebaliknya sang ibu, Nurlita, kini jadi urusan polisi. Dalam pemeriksaan dia mengaku panik, karena selama ini kehamilannya dirahasiakan kok tiba-tiba di tempatnya bekerja malah terasa mau melahirkan. Buru-buru dia ke toilet. Tanpa pertolongan bidan, tanpa liputan pembukaan satu sampai ke berapa oleh media TV, orok perempuan itu lahir dan menangis.

Tangisan bayi itu membuat Nurlita jadi panik, apa lagi teman-teman di luar toilet bergerombol menunggu. Tanpa memikirkan apa akibatnya nanti, dengan teganya dia melempar bayi itu dari jendela toilet ke luar seperti laiknya membuang sampah saja. Ketika teman-teman berhasil membuka toilet, ditemukan Nurlita dalam kondisi lemas dan berdarah-darah.

Nurlita dilarikan ke RS Harapan, begitu pula oroknya. Belakangan status ibu si bayi sebagai tersangka, dijerat Undang-undang perlindungan anak dengan pasal 76 (c) jo. 80 (4) tentang tindak pidana kekerasan pada anak. Ancamannya bisa sampai 4 tahun 2 bulan. Kini Nurlita juga dalam pengawasan tim psikiater RS Jiwa Dr. Suroyo Magelang.

Rumahtangga Nurlita memang sedang kalut, sampai-sampai dia pisah ranjang dengan suaminya. Sebagai wanita muda yang masih begitu enerjik, tentu saja tak bisa berlama-lama ngglondang (tanpa muatan) ibaratnya sebuah angkot. Dari sinilah dia kenal dengan seorang lelaki, Samino, 28. Lewat HP dan android keduanya mengikat tali perkenalan itu dengan hubungan yang lebih intens.

Jika parpol berkoalisi, tujuannya untuk coblosan 17 April 2019. Tapi koalisi model Nurlita – Samino ini lain. Tanpa didahului melalui kampanye 7 bulan lamanya, mereka sudah berani coblosan di TPS (di sini berarti: Tempat Pemuasan Syahwat) yang tak terdaftar di KPU. Karena Nurlita memang cantik, coblosan ulang pun sering dilakukan oleh Samino, apa lagi tak ada tanda tinta biru di jari jemarinya.

Celakanya, ketika Nurlita positip hamil, PIL si cowok mental gethuk itu tak mau tanggungjawab. Bingung dan pusinglah Nurlita, sehingga musibah ini ditanggung dan dipendam sendiri. Meski hamil dia tak mau bercerita pada keluarga, hanya cara berpakaian dibuat longgar untuk menyamarkan kehamilannya.

Tapi rupanya si orok dalam perut tak bisa diajak kompromi. Dia lahir sebelum waktunya dan sang ibu mencoba menyelesaikan dengan cara konyol. Bayi itu kini sehat-sehat saja dan jadi rebutan orang untuk mengasuhnya, termasuk artis Nafa Urbah yang memang berasal dari kota yang sama.

Tadinya sekedar mau cari enak, eh…..kok jadi anak! (DC/BP/Gunarso TS)