PEMULUNG itu kerjanya memang mengambil barang bekas untuk dijual. Tapi Iwan, 30, pemulung dari Lampung ini lebih berani lagi. Anifah, 26, yang sudah jadi istri orang masih dipulung juga, tapi untuk dipakai sendiri. Agar rasa gandrungnya tak terhalang, Jafar, 25, suami Anifah dihabisi di kala tidur. Sadis memang.

Bila cinta sudah melekat, siapapun jadi penghalangnya pasti disikat. Banyak sekali kejadian seperti ini. Seseorang mendadak tega jadi pembunuh gara-gara asmara. Padahal jika cinta itu diperjuangkan dengan menghalalkan segala cara, takkan berbuah manis. Boleh saja dia mendapatkan sidia, tapi itu hanya sesaat. Sebab cepat atau lambat polisi akan mengendusnya, dan tertangkaplah dia sebagai pelakunya.

Ny. Anifah warga Sukabumi, Bandar Lampung, pekerjaan sehari-harinya jadi pemulung yang bekerja pada seorang juragan. Di sini dia punya teman pemulung bernama Iwan. Karena sama-sama satu profesi, lama-lama Iwan bisa tumbuh rasa cinta pada wanita itu. Padahal dia tahu, Anifah ini sudah jadi bini orang.

Tapi dia tak peduli dan terus mendekati. Nyatanya, Anifah juga memberi lampu ijo, sehingga berujung pada hubungan yang lebih intens bak suami istri. Sejak itu Iwan menjadi pemulung kuadrat, karena ya memulung barang bekas, ya memulung bini orang.

Perselingkuhan antar-pemulung ini lama-lama tercium oleh suami Anifah. Meski Jafar belum unjuk kekuatan dan kekuasaan, hal itu sudah membuat Anifah-Iwan tidak nyaman. Tapi bukannya mereka menghentikan aksi mesumnya, justru muncuk wacana, bagaimana jika Jafar dilenyapkan saja?

Ternyata Anifah tak menolak rencana gila tersebut. Terbukti dia memberi peluang ketika Iwan hendak beraksi. Maka di kala sang suami tidur nyenyak, Iwan dibiarkan mengeksekusi Jafar dengan sejumlah tusukan. Di kala Iwan kabur, Anifah pura-pura menangis histeris dan minta tolong tetangga.

Nyawa Jafar tak bisa diselamatkan, tapi polisi curiga akan gerak-gerik Anifah. Lewat pemeriksaan intensif atas istri korban, terungkaplah siapa pelakunya. Iwan pun ditangkap tanpa perlawanan. Dalam pemeriksaan dia mengakui segala perbuatannya. “Jafar saya tusuk ketika masih tidur,” katanya polos.

Iwan tidak jantan, hanya punya alat kejantanan belaka. (Gunarso TS)