NYONYA Andarin, 47, tak mau kalah dengan suami Ineke . Jika Fahmi Darmawan bikin “bilik asmara” di LP Sukamiskin Bandung, dia bikin pula bilik serupa di gudang perusahaannya. Tapi pasangannya bukan suami, melainkan Sarwadi, 33, karyawan sendiri. Tentu saja suaminya ngamuk dan menceraikan.

Bagi sebuah rumahtangga, kebutuhan benggol dan bonggol harus paralel dan seimbang. Istri cap apapun tak mau jika hanya dicukupi dalam urusan benggol. Urusan bonggol juga perlu dan vital. Tapi kebanyakan orang, yang selalu terjamin soal bonggol, sedangkan benggol sering kedodoran. Ujung-ujungnya istri minta cerai. “Masak orang hidup hanya gituan melulu,” kata istri.

Sumhadi, 55, pengusaha sukses di Surabaya, agaknya termasuk lelaki yang kurang peduli sama istri. Sumhadi agak menyepelekan istri sendiri. Jarang dia mengajak tidur bareng istrinya, karena kesibukan mengurus usahanya. Dia sering keluar kota berlama-lama, karena dikiranya perempuan jika sudah digrujug duit pastilah sudah bahagia nan sejahtera.

Padahal Andarin sebagai istri tak hanya butuh duit belaka, tapi asal dia mengingatkan akan kewajibannya yang hakiki, Sumhadi sering mengaku capek. Jika dipaksakan durasi jam tayangnya pendek sekali, padahal tak harus berbagi dengan iklan. Maka dalam hati Andarin sering ngedumel, “Tongkrongan aja yang keren, tapi tangkringan payah!”

Tak bisa lagi mengharapkan akan “kinerja” suami, Andarin harus mencari solusi jitu, dengan mengacu pada prinsip-prinsip Kantor Pegadaian: mengatasi masalah tanpa masalah. Lalu terpilih nama Sarwadi, karyawan sendiri. Sesuai dengan namanya, Sarwadi memang besar wadi (aset rahasia)-nya. Kali pertama tes, ternyata langsung lulus tak perlu her lagi.

Lalu bagaimana cara melepas hasratnya? Sebagi istri pengusaha sukses, mestinya bisa saja pergi ke hotel. Tapi ini kan bunuh diri, pasti banyak yang mengenalnya. Sebab meski bukan artis sinetron sejuta episode, Ny. Andarin cukup dikenal publik. Karenanya cara paling praktis adalah membangun “bilik asmara” di dalam gudang.

Jika mau kencan, Andarin sudah standby di bilik asmara itu, baru menyusul Sarwadi dengan alasan ambil produk di dalam gudang. Karyawan lain sama sekali tak ada yang curiga. Sebab sebelumnya Sarwadi memang sering disuruh mengambil barang-barang di dalam gudang. Dan sejak punya program khusus bersama istri juragan, Sarwadi makin sering masuk ke dalam gudang.

Tapi lama-lama “bilik asmara” yang tak pernah terekomendasi oleh Kemenkumham itu ketahuan juga, sehingga ada yang melapor ke juragan lelaki. Tentu saja Sumhadi mencak-mencak. Berani amat istrinya disvestasi saham 51 % pada karyawan sendiri. Langsung saja Sarwadi dipecat dan istrinya digugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya.

Tapi bagi Andarin, itu tak menjadi masalah besar. Meski kehilangan status, dia kan bakal dapat harta gono-gini bermiliar-miliar. Bisa saja dia menikah dengan Sarwadi, melestarikan divestasi saham yang sempat tertunda. Biar dirinya jauh lebih tua, gak masalah wong sudah kadung sama-sama cinta.

Sekarang memang oke, tapi 10 tahun mendatang, Andarin sudah gempor. (*/Gunarso TS)