VIVA – Manusia sampai saat ini belum bisa menemukan kehidupan alien di luar bumi. Berbagai cara dilakukan astronom dunia untuk bisa setidaknya menjalin kontak dengan kehidupan asing tersebut. Tapi sampai saat ini hasilnya nihil, manusia belum menemukan peradaban lain di luar bumi. 

Ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat, James Clark mengusulkan cara baru untuk solusi hal ini, yakni mengirimkan laser inframerah yang panas dan cerah ke luar angkasa. Harapannya, laser ini akan bersinar terang dan langsung sampai ke planet Tata Surya terdekat. 

Clark meyakini, peradaban alien akan tertarik dengan munculnya laser itu dan akan membalas kontaknya dengan menggunakan teknologi canggih mereka. 

"Memang ini belum jelas apakah alien akan mengenali laser itu sebagai sinyal dari bentuk kehidupan lainnya. Tapi setidaknya laser ini akan menarik perhatian mereka," jelas Clark dikutip dari laman Live Science, Sabtu 10 November 2018. 

Namun konsep mengirimkan laser inframerah menghadapi sejumlah tantangan. Dari sisi infrastruktur, ilmuwan memerlukan fasilitas yakni kaca berdiameter 30 meter dan laser 1 sampai 2 megawatt. 

Selain itu perlu pembangunan mercusuar laser alien, memastikan laser itu tak tenggelam di perjalanan sebelum mencuri perhatian alien. 

Clark mengatakan, laser inframerah yang dia maksudkan bisa sampai ke jarak 20 ribu tahun cahaya. Jarak tersebut kira-kira masih area bintang lain di Galaksi Bima Sakti kita. 

Jika beruntung laser inframerah mencuri perhatian alien, kata Clark, maka kemungkinan alien akan membalasnya. Dan jangan dikira balasan komunikasi ini berlangsung cepat, butuh waktu yang lumayan. 

Laser yang dimaksud punya kecepatan transfer data hingga 2 Mbps, makanya masih terbilang lambat. Makanya komunikasi dan dan ke alien akan memerlukan waktu beberapa dekade. (ren)