JAKARTA – Commander DVI (Disaster Victim Identification) Kombes Pol Lisda Cancer mengatakan surat kematian dapat dikeluarkan bila jenazah penumpang pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 telah berhasil teridentifikasi.

Namun jika jenazah penumpang pesawat nahas tersebut tidak ditemukan dan tidak teridentifikasi, maka surat kematian tersebut tidak dapat dikeluarkan oleh DVI Mabes Polri.

“Kalau ada jenazah yang tidak ditemukan, artinya tidak teridentifikasi, artinya surat kita DVI tidak bisa keluarkan surat kematian,” ujar Lisda di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/11/2018) malam.

Meskipun nama jenazah ada dalam daftar penumpang pesawat, tetapi jenazah tidak ditemukan, maka syarat kematian tetap tidak bisa dikeluarkan.

“Tim DVI itu akan keluarkan surat kematian kalau fisik jenazahnya ada, walaupun hanya kecil saja, walaupun hanya sidik jari. Kalau sudah teridentifikasi, kita keluarkan surat kematiannya,” jelas Lisda.

Namun bagi jenazah yang tidak ditemukan, nanti akan ada proses klaim yang akan ditentukan oleh pihak pengadilan. Pada proses tersebut, Lion Air sebagai maskapai penerbangan, nantinya yang akan mengajukan ke Mahkamah Agung (MA). Selanjutnya, MA yang akan mengeluarkan penetapan pengadilan.

“Nanti MA yang akan mengeluarkan penetapan pengadilan. Saya tidak tahu apakah disitu nanti akan ditulis meninggal atau orang hilang,” serunya.

Terhitung sejak Rabu (31/10/2018) hingga Rabu (7/11/2018), jumlah penumpang yang telah teridentifikasi sebanyak 51 orang. Berarti, sebanyak 137 penumpang lagi yang masih belum teridentifikasi, dari total penumpang dan awak kru pesawat, 189 orang. (cw2/tri)