KASIHAN nasib Rumiati, 40, dari Kaltim ini. Sudah emak-emak masih kepengin enak, dia nekat terbang ke Cipanas Garut,Jawa Barat untuk kencan dengan kekasihnya. Tapi yang terjadi, malah terbang pula nyawanya, karena dibunuh Dadang, 29, kenalannya lewat FB. Soalnya, Rumiati ngotot pengin ke rumah, padahal Dadang punya bini.

Kata orang, janda usia muda sampai STNK, sering dilanda penyakit kesepian. Sebab dia kehilangan medan penyaluran manakala libidonya bangkit. Yang beriman, dia tidak cari “si imin”, tapi meningkatkan ibadahnya, misalnya dengan banyak puasa. Tapi bagi yang yang tak punya iman, banyak cara yang bisa dilakukan, termasuk cari berondong karena demikian mendambakan “si entong”.

Ny. Rumiati warga Samarinda (Kaltim), agaknya termasuk janda kaya tapi kesepian. Untuk membunuh rasa sepinya, dia sibuk bermain di jagad medsos. Lewat FB dia kemudian kenal dengan Dadang, warga Garut (Jabar). Ternyata, meski aslinya hanya kuli bangunan, dia ternyata tak hanya pintar mengaduk-aduk semen, tapi juga perasaan Ny. Rumiati.

Rayuan Dadang membuat Rumiati terlena. Meski usia jauh di bawahnya, dia yakin berondong satu ini bisa memuaskan dahaga dan selera asmaranya. Maka dengan naik Lion Air, dia terbang dari Bandara Sepinggan (Balikpapan) menuju Jakarta lewat Sukarno Hatta, dilanjutkan naik bis ke Cipanas, Garut.

Dadang ini meski kuli bangunan, bau badannya tak pernah beraroma semen atau bau tiner untuk mengecat. Kulitnya juga nampak bersih. Maka begitu Rumiati ketemu dengannya, langsung terpesona. Kedunya masuk hotel, lalu dari koalisi ini dilanjutkan dengan eksekusi. Mereka bergulat dengan serunya, bahkan pakai partai tambahan segala. Dadang memang masih muda, sehingga tentu saja masih rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Di kala keduanya santai di atas ranjang, tiba-tiba Rumiati ingin berkunjung ke rumah Dadang. Uttt…….bahaya in! Main ke rumah, sama saja bunuh diri, sebab Dadang sebetulnya sudah berkeluarga. “Jangan, rumahku di kampung, dekat gunung,” kata Dadang dengan maksud agar Rumiati malas ke sana.

Ternyata, biarpun rumahnya di ujung langit, Rumiati tetap ingin ketemu keluarganya. Karena tak mau anak istrinya tahu dia punya WIL, akhirnya malah Rumiati dicekik hingga tewas dan kemudian ditinggal kabur. Polisi sempat mengalami kesulitan, siapa identitas korban, karena tak ada KTP. Beruntung ada bukti tiket pesawat, sehingga bisa dilacak jati dirinya.

Akhirnya jejak Dadang bisa dilacak juga. Dia ditangkap di rumahnya di Pakenjeng. Dalam pemeriksaan polisi dia mengakui terpaksa membunuh Rumiati karena ngotot mau ke rumahnya. “Ini kan sama saja saya bunuh diri, bakal ketahuan anak istri saya.” Kata Dadang polos.

Tapi karena pakai membunuh, akhirnya ketahuan juga kan? Mikirrr…. Gunarso TS)