SUDAH usia emak-emak, mustinya jadi relawan atau timses Capres saja. Tapi Ny. Lanjar, 40, dari Sumenep (Madura) tidak begitu. Dia masih demen begituan dengan PIL-nya. Saat skandalnya nyaris terbongkar oleh suami, dia nekat menghabisi Murdoyo, 45, dengan racun tikus. Suami wasalam, Lanjar ditahan.

Menjelang Pilpres 2019 bulan April nanti, perempuan usia emak-emak sedang laris manis, menjadi komoditas nonmigas bagi Capres. Baik Prabowo maupun Jokowi sama-sama memanfaatkan emak-emak militan untuk menjadi relawan dan “timses”-nya.

Padahal mereka ini tak lebih bagaikan steger proyek, dibutuhkan hanya ketika bangunan belum jadi. Maksudnya, siapapun yang jadi presidennya nanti, tak mungkin para emak-emak ini jadi menteri maupun Dirjen.

Ny. Lanjar warga Batang-batang Sumenep, merupakan emak-emak militan di kampungnya. Bukan militan untuk jadi pendukung Capres, tapi militan dalam hal berburu PIL (Pria Idaman Lain). Bagaimana tak disebut militan, sebab dalam usia kepala empat, dia masih demen berpetualang dalam asmara. Ibarat menu makanan, biasanya di rumah hanya masak sayur lodeh, di luaran bisa mendapatkan rujak cingur Surabaya atau empal gentong Cirebon.

Kenapa Ny. Lanjar berburu PIL, ada apa dengan suaminya? Soal materil memang apa-apa ada di rumah, tapi soal onderdil, boleh dikata Murdoyo ini sudah tak ada apa-apanya. Sesuai dengan namanya, “mur”-nya sudah tanpo doyo (tak bertenaga). Padahal Lanjar sebagai wanita yang masih enerjik, masih mendambakan kehangatan malam.

Jika sekedar mencari kehangatan, sebetulnya di rumah ada juga kompor. Kehangatan yang dibutuhkan Lanjar memang lain daripada yang lain, tapi semua lelaki dan wanita sangat membutuhkan. Dan karena di rumah sudah tak lagi menemukan, Ny. Lanjar pun mulai berekspansi keluar rumah.

Ketemulah dia dengan anak muda bernama Joned, 25. Ternyata dia mampu menjawab segala tantangan Lanjar. Baik tongkrongan maupun tangkringan, si berondong ini sangat memadai. Karenanya setiap ketemu keduanya pun menyempatkan untuk berpacu dalam birahi, menuntaskan segala dahaga asmara.

Tapi celaka 13, meski Lanjar-Joned sudah begitu rapi mengemas perselingkuhannya, lama-lama Murdoyo mencium juga skandal istrinya. Tapi karena belum ditemukan dua alat bukti yang cukup, Murdoyo belum meningkatkan ke penyidikan. Hanya saja sepak terjang istrinya selalu dicermati dengan seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Lanjar yang merasa sudah tercium skandal PIL-nya, jadi selalu gelisah. Dia khawatir perselingkuhannya dibongkar telak suami dan diviralkan. Maka dengan teganya dia menghidangkan minuman soda susu campur apotas racun ikan untuk suami. Murdoyo yang tak menduga akan kekejaman istri. Langsung saja diminum dan hasilnya…., dia kejang-kejang dan wasalam.

Polisi bergerak atas kematian mencurigakan itu. Sisa minuman soda susu diberikan kepada anak ayam suka berkotek, hasilnya juga langsung klepeg-klepeg. Ketika polisi menemukan bungkusan apotas tersebut, Lanjar mengiyakan sebagai pemiliknya. Dalam pemeriksaan dia mengakui sebagai pelakunya.

Kasihan ayamnya, menjadi martir perselingkuhan majikannya. (Gunarso Ts)