JAKARTA –  Satpol Pamong Praja (PP) Jakarta Barat (Jakbar) menjaring empat preman yang kerap meresahkan masyarakat di perempatan lampu merah Jembatan Lima, Kecamatan Tambora.

“Kami merespon keluhan pembaca Pos Kota. Petugas langsung ke lokasi dan mengamankan empat preman yang langsung digiring ke panti sosial,” kata Kepala Satpol PP Jakbar, Tamo P. Sijabat, Minggu (11/11/2018).

Sebelumnya pembaca melalui SMS Aspirasi Warga Jakarta di Pos Kota mengirim pesan singkat sebagai berikut: “Satpol PP supaya menertibkan preman, pengamen jalanan dan pak ogah di perempatan lampu merah Jembatan Lima menuju Angke, karena sangat mengganggu masyarakat,” demikian isi SMS bernomor 081806186xxx.

Tamo menjelaskan pihaknya hanya terbatas menjaring PMKS dan dikirim ke Panti Kedoya untuk pembinaan. Biasa nya cuma 3 hari di panti, setelah keluar balik lagi ngamen. Begitu terus siklus nya. Masalah PMKS ini ranahnya Suku Dinas (Sudis) Sosial yang memiliki pasukan P3S (Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial).

“Satpol PP hanya mendukung tugas Sudis Sosial,” tandas Tamo.

Diperlukan solusi jitu dari pemangku kepentingan dalam menangani para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) supaya tidak berulang terus menerus dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Terpisah Kepala Sudis Sosial Jakbar, Hadi Surya menjelaskan sejak Januari hingga awal November 2018 pihaknya menjaring 823 PMKS. Di Jakbar sedikitnya ada 11 lokasi rawan PMKS di antaranya lampu merah (LM) Cengkareng, LM Grogol, LM Tomang, LM Slipi, LM Jembatan Lima, LM Kembangan, Kota Tua, Pasar Pagi, Tubagus Angke dan di belakang Indosiar. (rachmi/tri)