AGAKNYA Karsidin, 19, perlu kerja dulu di pemerahan susu sapi, sehingga terbiasa melihat payudara diremas-remas. Soalnya, dia picik banget. Hanya karena ceweknya dipegang payudaranya oleh Saripin, 16, langsung main eksekusi. Maka kasihan ABG dari Probolinggo ini, mati muda gara-gara payudara.

Di Kabupaten Boyolali (Jateng), orang biasa melihat peternak sapi meremas-remas payudara. Sapinya yang diremas juga tenang saja, tidak mencak-mencak lapor polisi. Namanya juga sapi. Maka andaikan sapi bisa ngomong, pastilah dia akan meledek sang pemerah. “Penak temenan sampeyan, wis ngemeg-emeg susuku, entuk dhuwit maneh (enakan Anda, sudah pegang payudaraku malah dapat duit pula).”

Tapi di Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, urusan pegang payudara bisa bikin nyawa melayang. Memang yang dipegang bukan payudara sapi, melainkan gadis Nanik, 16, yang selama ini jadi pacar Karsidin. Begitu teman sepermainan dari kecil itu pegang payudara kekasihnya, emosinya langsung naik jadi 240 volt, dekat gardu PLN lagi.

Karsidin dan Saripin memang berteman sedari kecil, bahkan teman sekolah pula. Cuma urusan cewek Saripin yang lebih muda ketinggalan, alias belum punya. Sedangkan Karsidin ke mana-mana mengajak doinya, Nanik, yang warga setempat. Termasuk ketika ndolani Saripin.

Entah kenapa, di kala mereka main bertiga, kok tangan Saripin makselonong memegang payudara Nanik. Yang dipegang merah padam mukanya, sementara Saripin tertawa saja. Beda dengan Karsidin, dia jadi marah dan tersinggung. “Kurang ajar, aku sendiri yang pacarnya belum pernah pegang, kok kamu…..?” kata batin Karsidin.

Kejadian itu sudah dilupakan Saripin dan Nanik, tapi tidak bagi Karsidin. Ulah temannnya itu menjadi luka batin. Padahal mestinya, karena sesama teman asal ditegur dan sononya minta maaf, selesai. Contohlah Bawaslu, banyak maafnya. Meski banyak laporan masuk, ketika dijawab bukan pelanggaran, selesai.

Karsidin tak mau tiru Bawaslu, tapi malah mengancam, “Awas lu!” Dia mengajak temannnya, Wagino, 18, untuk bekerjasama mengeksekusi Saripin. Konyolnya,  Wagino ini tanpa pikir panjang mau saja dijadikan Timses urusan pembunuhan. Padahal peluang jadi Dirjen atau Mentri, jelas tak pernah ada.

Pura-puranya Saripin diajak main bertiga dengan bersepeda motor. Saripin sendirian dan Karsidin-Wagino boncengan. Nah, pas Saripin kencing di jembatan Sungai Sariwani, Sukapura, tahu-tahu dari belakang disabet clurit, dan langsung terjungkal masuk kali.

Awalnya polisi kesulitan melacak pembunuhan itu, karena memang tanpa identitas. Tapi berkat kaos yang dipakai “Mr. Ex”, akhirnya bisa menuntun polisi ke arah Karsidin dan Wagino. Bukti-buktinya begitu kuat, sehingga penjahat cilik itu mengaku terus terang. “Saya cemburu, karena Saripin berani pegang payudara pacar saya.” Kata tersangka pada polisi.

Mbok sabar, kacek klerek karo sedherek (selisih faham sama teman). (Suara.Com/ Gunarso TS)