MEDAN – Isak tangis mewarnai rumah duka Kapten Muas Effendi Nasution, korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Komplek Griya Bestari Permai, Medan, Sabtu (10/11).

Apalagi, saat mobil ambulance membawa peti jenasah Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muntok, Bangka Barat, dari Bandara Kualanamu tiba di rumah duka.

Rombongan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyerahkan langsung jenasah Kapten Muas Effendi kepada keluarga. Mardiana Harahap, istri almarhum Kapten Muas Effendi menangis
tersedu-tersedu saat melihat jenasah suaminya berada dalam peti jenasah.

Begitu juga Egin, anak bungsu Kapten Muas menyebut ayahnya merupakan seorang pahlawan. Setelah disalatkan, jenajah Kapten Muas Effendi dikebumikan tak jauh dari rumah duka.

Kapten Muas Effendi Nasution merupakan salah satu korban pesawat Lion Air JT610. Effendi Nasution dan dinyatakan hilang di perairan laut Karawang, Jawa Barat,  pada (29/10/2018) lalu,  Setelah dilakukan pencarian selama 13 hari, jasad pria asal Medan ini ditemukan. Saat itu Muas, hendak pulang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang untuk kembali bekerja. (samosir/win)