LUAR biasa kesetiaan  Handoko, 52, pada profesi gurunya. Meski sudah bukan muridnya, Dewi, 20, masih diurus juga. Saat si gadis ditinggal cowoknya, Pak Guru berusaha menghiburnya. Tapi karena menghiburnya dalam hotel di Magelang, ketika ada razia Satpol PP, jadilah urusan pihak yang berwajib.

Guru itu memang pengajar sekaligus pendidik, sebagaimana orangtua. Jika orangtua mendidik dan mengajar anaknya 24 jam, guru hanya dalam 8 jam sehari, kecuali sekolah yang full day school (FDS). Tapi banyak juga guru yang begitu tanggungjawab pada anak didiknya, Meski bukan lagi muridnya, masih cawe-cawe atas dasar kemanusiaan.

Salah satunya adalah Pak Guru Handoko, guru SMP di Temanggung, Jateng. Dia pernah punya murid bernama Dewi. Yang cantik orangnya, cerdas pula daya pikirnya. Maka di kelas bocah itu sangat popular, banyak jadi pembiocaraan. Ya otaknya yang cerdas, ya wajahnya yang menawan.

Enam tahun berlalu, Dewi yang bukan lagi muridnya, datang kepada Pak Guru Handoko untuk berkonsultasi sekaligus curhat. Katanya hatinya sedang galau, karena ditinggal kabur kekasihnya. Tak diketahui jelas. Si doi meninggalkan karena beda prinsip, atau ibarat oranng sudah makan tak mau bayar alias nggabro.

Handoko tak tega menanyai Dewi sedetil itu, wong itu urusan pribadi si murid sendiri. Tapi sebagai bekas gurunya, dia ingin pula sedikit meringankan beban Dewi. Maka diaturlah waktu, Dewi diajak omong-omong dari hati ke hati di sebuah hotel di kota Magelang.

Tanpa curiga Dewi pun bersedia. Di bulan Mei 2018 keduanya pun cek in di sebuah hotel di kota getuk tersebut. Dalam hotel yang ber-AC tersebut, Handoko mulai bla bla bla……menasihati muridnya, bahwa dunia tak selebar daun kelor, mungkin ini jalan Tuhan untuk menemukan jodoh lelaki yang lebih bagus. Bla bla  bla…..lagi.

Tapi baru mau bla bla berikutnya, eh….petugas Satpol PP. Dalam kamar hotel kedapatan dua maklhuk berlainan jenis padahal bukan suami istri, diusutlah! Tapi Handoko bersikeras membawa Dewi ke hotel sekedar untuk menghibur. “Saya bekas gurunya, apa salahnya menghibur muridnya yang sedih ditinggal pacar?” kata Handoko.

Satpol PP memang tak menemukan Handoko-Dewi dalam posisi tidak senonoh. Yang dilihat hanyalah gadis itu ungkep-ungkep (tengkurep) sambil menangis, sementara Pak Guru mengelus-elus punggungnya.Namum demikian tak urung Pak Guru dan eks muridnya dibawa juga ke Pemkot Magelang.

Biar di kota getuk, jangan mengemukkan masalah. (Gunarso TS)