LAMPUNG – Kapolres Lampung Timur AKBP. Taufan Dirgantoro menghadiri pembukaan Festival Way Kambas Tahun 2018 Kabupaten Lampung Timur, Jum’at (09/11) sore.

Kegiatan dipusatkan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon dari panggung utama.

Sebelumnya, beragam acara sudah lebih dulu dimulai. Ada parade budaya dari seluruh kecamatan. Masing-masing defile menyuguhkan penampilan yang berbeda. Mulai dari peragaan baju daerah, hingga kesenian tradisional seperti kuda lumping.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, mengklaim Festival Way Kambas terbukti efektif mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurutnya, sebelum ada Festival Way Kambas, PNBP Lampung Timur hanya kisaran Rp25-30 juta/ tahun.

“Setelah Festival Way Kambas digelar pertama kali di tahun 2016, lambat laun PNBP meningkat. Tahun 2016 itu hampir Rp.700 juta. Kemudian tahun 2017 meningkat menjadi Rp.850 juta. Untuk tahun ini, kita optimis tembus Rp.1 miliar,” ungkapnya.

Secara pribadi, Chusnunia memaknai Festival Way Kambas sebagai upaya mengajak masyarakat datang ke hutan. Setelah itu, barulah masyarakat diajak menikmati, mengenali, menyayangi, dan melestarikan hutan.

“Dulu, masyarakat sekitar Way Kambas, mungkin menganggap gajah sebagai musuh. Sekarang kita sadar, keberadaan gajah ini sesungguhnya anugerah yang patut disyukuri dan dijaga. Karena itu pula, Festival Way Kambas kali ini mengambil tema ‘Konservasi untuk Kesejahteraan’. Artinya, jika TNWK ini lestari, maka akan banyak manfaat yang bisa kita dapatkan,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Theresia Sormin, menuturkan Pemprov Lampung berkomitmen meningkatkan sektor pariwisata. Dalam hal ini TNWK menjadi destinasi utama yang terus dikembangkan.

“Pemprov Lampung menggelontorkan dana Rp10 miliar untuk meningkatkan akses jalan menuju TNWK, dan memperbaiki infrastruktur serta fasilitas penunjang lain. Seperti tempat swafoto, gazebo, panggung pentas gajah, kios kuliner/suvenir, dan lain-lain,” ucapnya.

Festival Way Kambas berlangsung 9 – 11 November 2018. Dimeriahkan dengan beragam rangkaian acara, seperti Forest Fotography Festival, Jejak Petualang, Festival Kuliner, Way Kambas 10 K, Jalan-Jalan 4×4, Way Kambas Adventure Trail, Lomba Tari Kreasi, Sketsa Way Kambas, Tari Melinting Massal, Fun Bike, Festival Motor Antik, dan Way Kambas Idol.

TNWK sendiri merupakan salah satu konservasi tertua di Indonesia. TNWK juga sangat erat kaitannya dengan gajah, karena menjadi tempat perlindungan dan latihan gajah. Bahkan TNWK memiliki Pusat Konservasi Gajah (PKG) dan Rumah Sakit Gajah (RSG) satu-satunya di Indonesia.

Selain itu diadakan lomba Festival Kuliner dengan peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur. Keluar sebagai juara pertama pada lomba ini ialah Rumah Sakit Umum Daerah Sukadana, serta Juara Kedua dan Ketiga ialah Dinas Pertanian dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. (Koesma/b)