ANDAIKAN Suningsih, 23, seorang pejabat, video mesumnya ketahuan publik, pasti buru-buru mundur. Tapi karena dia ibu rumahtangga biasa, demi skandalnya bersama PIL ketahuan suami, cukup siap dicerai kapan saja. Malah enak, bisa segera kawin dengan Joko, 25, yang jauh lebih muda dan josss…..

Pasangan suami istri seyogyanya tidak terlalu jauh beda umur. Jika suami 30 tahun, istri idealnya 25. Kawin dengan kakek-kakek ya nggak ap-apa, tak bakalan dituntut di muka hakim. Hanya saja, dalam urusan ranjang pastinya suami yang akan kepontal-pontal (kedodoran). Istrinya ingin 80 Km/perjam, suami mampunya hanya 40 Km/jam. Malah dekat tangsi militer tinggal 5 Km/perjam. Ya repot jadinya Mas.

Pasangan rumahtangga Suningsih – Mardanus seperti itu. Istrinya baru berusia kepala dua, Mardanus, 38, sudah menjelang kepala 4. Selisih umur sampai 15 tahun. Maklum, Mardanus memang menikah terlambat. Gara-gara mengejar karier, jadi lupa akan seger dan ranumnya Karinah maupun Kariyem.

Bisa menikah dengan Suningsih juga karena dijodohkan orangtua. Memang sih, Suningsih itu termasuk cantik di kelasnya. Tak mengharankan di masa gadisnya banyak yang nguber. Tapi dari sekian kontestan, hanya Mardanus yang mujur. Ibarat sebuah pertandingan, dia muncuk sebagai kuda hitam dan akhirnya sukses menyalurkan “tenaga kuda”-nya bersama istrinya yang cantik itu.

Tapi keluarga yang tinggal di Banyuputih itu tidak terlalu lama mereguk kebahagiaan dalam bingkai keluarga sakinah. Soalnya, dengan alasan kesibukan kerja Mardanus jadi sering lupa menunaikan kewajibannya sebagai suami. Dia pikir, asal istri terjamin dalam urusan duit, selesai. Padahal yang namanya istri, dia tak hanya butuh benggol, tapi juga perlu bonggol!

Gara-gara niru semangat Presiden Jokowi, Mardanus hanya mikir kerja, kerja, kerja…., sampai lupa “ngerjai” istri. Akhirnya Suningsih pun mulai jenuh dalam rumahtangga. Habisnya, Mardanus jadi kurang perhatian pada istri. Jika dipaksakan memberikan nafkah batin, cepat selesai. Kalau murid di kelas, guru tinggal perintah “Tumpuk pinggir…..” dan pulang. Lha ini istri lho!

Tapi Suningsih tak mau terus menerus larut dalam penderitaan. Dia mencoba mencari solusi dengan caranya sendiri. Lewat HP canggih dia berkenalan dengan Joko, yang usianya sepantar dengan dirinya. Lihat fotonya lewat video call, memang sangat serasi. Tongkrongannya saja begitu, apa lagi “tangkringan”-nya, begitu Suningsih jika pikirannya ngelantur.

Singkar cerita Suningsih-Joko sudah berkoalisi. Dalam soal asmara cinta, koali tanpa eksekusi sama saja bohong. Maka pada waktu-waktu tertentu keduanya sering cek in di hotel, memuaskan selera dahaga asmara. Dan memang betul prediksi Suningsih, dalam urusan ranjang Joko memang masih kuat, rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Tapi dasar anak muda milenial yang kecanduan teknologi. Urusan kamar tidur yang mustinya sangat privacy, eh….pakai direkam segala dengan alasan untuk kenang-kenangan. Padahal jika rekaman skandal ini sampai bocor ke Wikileaks maupun Indonesialeaks, bisa hancurlah dia punya reputasi.

Dan memang itu yang terjadi. Gara-gara keteledoran Suningsih, HP itu ketinggalan dan sempat dibuka-buka oleh suaminya. Lho, lho,…..kok ada video mesumnya segala? Begitu diperhatikan, lho, lho, kok pelakunya justu istri sendiri, tapi bukan dengan suami, tapi lelaki lain. “Bajinguk,” maki Mardanus yang agaknya pernah tinggal di Solo ini.

Istripun dipanggil ke kamar dan diinterogasi. Tergagap-gagak Suningsih menjawab bahwa sosok lelakinya adalah memang PIL-nya selama ini. Tanpa banyak cakap Mardanus langsung ke kantor polisi melaporkan Joko yang telah berani dengan sengaja mencabuli istrinya tanpa hak.

Adapun Suningsih karena kepepet, pasrah saja. Jadi saksi, sudahlah pasti. Tapi lebih dari itu, diceraikan Mardanus juga siap saja. Malah beruntung baginya, nanti setelah menjanda bisa segera kawin dengan Joko selepas dia dari penjara. Paling-paling kena 2-3 tahun, belum lagi kalau dapat remisi.

Cuma dapat bonggol, tanpa benggol apa cukup? (FN.Com/Gunarso TS)