INDRAMAYU  – Meskipun hujan lokal di beberapa kecamatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir ini  sudah mulai turun, namun pengaruh musim kemarau, seperti terjadinya krisis air bersih  masih,  dirasakan sebagian masyarakat   Blok Oyoran, Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Akibatnya masih banyak warga Blok Oyoran Desa Krangkeng yang kesulitan air bersih,  sehingga mereka terpaksa mandi maupun mengkonsumsi air kolam yang kotor berlumut dan berwarna hijau.

Dampak musim kemarau juga membuat debit air yang ke luar dari  keran air bersih PDAM Tirta Darma Ayu di Kecamatan Krangkeng mengecil. Bahkan, airnya sering kali  tidak mengalir sama sekali.

“Banyak pelanggan PDAM di Kecamatan Krangkeng yang mengeluhkan air ledeng tidak mengalir ke rumah-rumah  pelanggan,” ujar Kasman (54) salah seorang warga.

Tardi (46) warga Kecamatan Krangkeng mengemukakan, sejak air bersih tidak mengalir ke  rumah-rumah  pelanggan PDAM di Blok Oyoran, Desa Krangkeng,  masyarakat kesulitan memperoleh air bersih. Sebagian warga terpaksa  mandi di kolam air yang masih menyisakan air. Namun sayangnya,  ditinjau dari sudut kesehatan,  air berwarna hijau itu kotor. Selain airnya menggenang atau tidak mengalir, juga mengandung lumut.

“Tapi warga masih tetap memanfaatkan air  itu untuk membersihkan badan maupun peralatan dapur,” ujarnya.

Bagi warga yang mempunyai cukup uang dan menghindari mandi di kolam air yang berwana hijau, mereka  terpaksa  membeli air yang  dijual pedagang dorongan dengan harga Rp2 ribu per derigen isi 20 liter.

“Warga yang tidak mampu membeli air bersih,  terpaksa mandi di air genangan  atau kolam air yang berwarna hijau berlumut. Mandi di air kotor yang tak mengalir itu beresiko terhadap penularan berbagai penyakit kulit,” ujarnya.

Warga berharap, jaringan pipa air bersih PDAM Tirta Darma Ayu Indramayu  yang masuk ke Krangkeng diganti dengan  ukuran yang lebih besar, agar kebutuhan air bersih warga bisa terpenuhi. (taryani/mb)