Jakarta - Lifter Eko Yuli Irawan mendapat apresiasi besar dari pemerintah berupa bonus. Demikian juga dengan atlet angkat berat Sri Hartati.

Eko menjadi juara dunia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Asghabat, Turkmenistan, 2-10 November kemarin. Tak cuma Eko, ternyata ada juga atlet cabang angkat berat yang menjadi juara dunia di Swedia, dia adalah lifter putri Sri Hartati.

Atas prestasi itu, Eko pun diganjar pemerintah dengan nilai bonus yang lumayan, Rp 250 juta dari Presiden Joko Widodo dan Rp 200 juta dari Kemenpora. Nah, bonus yang sama pun akan didapat oleh Sri sepulangnya dia ke tanah air.

"Sri (Hartati) akan mendapat apresiasi yang sama. Akan kami (pemerintah) berikan juga. Tapi sekarang kan belum pulang ke tanah air. Kami tunggu nanti," kata Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, Kamis (8/11/2018).

"Yang pasti ini bukan hanya sekarang tapi ke depan, dan kemarin kita tahu banyak atlet juara single event yang juara dunia kami berikan penghargaan. Sebagai wujud pemerintah betul betul amat sangat serius memberikan perhatian dan penghargaan kepada para pejuang kita," sambungnya.

Setelah kejuaraan dunia di Ashgabat, tim angkat besi masih ditunggu lima seri kejuaraan lainnya, yang merupakan kualifikasi menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Imam berjanji akan memberi dukungan penuh untuk mewujudkan hal tersebut.


"Pastilah. Jangan ragukan dukungan kami. Tapi bagaimana sekarang cabor mencari terbosan baru agar dunia usaha lebih percaya lagi. Setidaknya seperti Eko ini bisa jadikan branding pihak swasta untuk langsung mengangkat Eko sebagai individu sebagai bagian dari dunia usaha itu. Saya kira peluang-peluang seperti ini " Imam menjelaskan.

"Kalau pemerintah saya kira jangan diragukan pasti kami dukung semua. Meski menuju 2020 kami akan prioritas ke cabor khusus yang bisa kami protet masuk Olimpiade ini. Jadi tidak semuanya. Kalau dulu kan semuanya."

"Tergantung hasil kualifikasinya. Tapi kami kan sudah punya hitung-hitungannya," demikian Imam terkait jumlah atlet yang akan diakomodir.

(mcy/mrp)