JAKARTA – Wakil Umum PB PABBSI, Djoko Pramono dan Kabid Bidang Penghargaan Deputi III Kemenpora, Sutiknyo, menjemput kedatangan lifter putri binaan Gajah Lampung Sri Hartati yang membuat debut gemilang pada event bertajuk World Open Powerlifting Championship.

Dalam event yang digelar di Halmstad, Swedia itu, Sri Hartati yang turun di kelas 57 kilogram berhasil memecahkan dua rekor dunia masing-masing untuk total angkatan dan di jenis angkatan Squat.

Bagi Sri Hartati tersebut, itu merupakan keenam kalinya ia berhasil mengharumkan nama Indonesia. Tidak heran jika Indonesia dianggap sebagai salah satu negara penghasil liter-lifter terkuat di dunia, seperti yang diakui Djoko Pramono.

“Tentunya angkat berat juga merupakan salah satu cabang yang cukup diminati di level dunia selain angkat besi. Prestasinya sejajar dengan angkat besi. Makanya kami berharap angkat berat juga mendapat perhatian yang sama,” kata Djoko Pramono saat menyambut Sri Hartati dan kawan-kawan di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (7/11) malam WIB.

Rombongan tim angkat berat Indonesia, tiba di Tanah Air pasa pukul 22.00 WIB dengan menumpang pesawat Qatar Airways.

Sebelumnya, Sri mencatat rekor dunia baru dengan total agkatan 565 kg, sekaligus merebut medali Emas. Sementara di jenis angkatan Squat, lifter putri berusia 34 itu mencatat 225 kg dan sekaligus meraih emas. Sri Hartati yang tiba di Indonesia. Sementara di jenis angkatan Dead Lift, Sri Hartati membuat angkatan 190 Kg dan juga mempersembahkan Emas.

Sedangkan di angkatan Bench press, Sri membuat angkatan 150 Kg dan meraih perak. Dengan demikian selain memecahkan 2 Tekor Dunia, Sri Hartati meraih 3 emas dan 1 Perak. Selain Sri, lifter putri asal Kalimantan Timur, Widari yang turun di kelas 47 Kg Putri juga berhasil merebut 2 emas dan 1 perak.

Meski menempati peringkat kedua di Total angkatan 476 Kg, Widari memecahkan rekor Dunia di jenis Angkatan Bench press dengan angkatan 141 Kg. Di jenis angkatan Dead Lift, Widari merebut Emas dengan 175 Kg dan Squat berada di peringkat keempat dengan 160 Kg.

Sementara itu, Kabid Penghormatan Deputi III Kemenpora, Sutiknyo mengatakan pemerintah pasti akan memperhatikan atlet yang berprestasi di level dunia. “Setiap atlet yang berhasil mengukir prestasi di ajang internasional, baik itu multieven atau event tunggal, sudah pasti akan ada apresiasi dari pemerintah. Kita tunggu saja keputusan dari bapak Menpora (Imam Nahrawi red). Pasti diperhatikan,” ungkapnya. (junius)