HARI INI 10 November, kita sebagai Hari Pahlawan. Peringatan Hari Pahlawan hendaknya tidak semata bersifat seremonial, tetapi lebih diarahkan kepada aksi nyata agar nilai – nilai kepahlawanan tidak luntur tergerus perkembangan zaman.

Memang, makna kepahlawanan dulu dengan sekarang tentu saja berbeda. Begitu juga tantangan yang dihadapi. Jika dulu, kepahlawanan untuk mengusir penjajah, berperang melawan musuh demi mempertahankan kemerdekaan. Sekarang tentu berbeda karena musuh yang dihadapi juga berbeda.

Jika dulu musuhnya terlihat nyata yaitu penjajah. Sekarang musuh yang dihadapi berada di sekitar kita. Isyarat ini sudah sejak lama disampaikan sejak negeri berdiri. Bung Karno dalam pidatonya mengatakan “ Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat karena melawan saudara sendiri”

Meski era dulu dan sekarang berbeda. Tantangan juga sangat berbeda, tetapi nilai – nilai masih tetap aktual. Bahkan, harus diaktualkan seiring dengan eranya, situasinya dan tantangannya.

Makna rela berkorban, cinta tanah air dan berani menghadapi musuh harus disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi era sekarang. Di saat marak korupsi, ketika banyak pejabat terima korupsi, kemudian sosok pemuda masa kini memberikan contoh nyata hidup jujur, berani menolak suap, bisa disebut pahlawan kejujuran.

Begitu, di saat banyak musibah terjadi, marak pembabatan hutan liar, kemudian tampil sosok yang atas kesadarannya sendiri merawat, menjaga dan melestarikan lingkungan, bisa disebut sebagai pahlawan lingkungan.

Dalam era kekinian, sering disebut “Zaman Now”, kepahlawanan tidak harus diukur dari sisi pengaruhnya yang mencakup seluruh bangsa. Akan tetapi bisa saja mereka yang ada di lingkup kecil tetapi memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitarnya. Tidak perlu heroik seperti zaman dulu, cukup menampilkan aksi nyata yang memberi manfaat bagi lingkungan keluarganya, lingkungan tempat kerjanya hingga masyarakat sekitar.

Buat kids zaman now, nilai kepahlawanan adalah mampu menjadi pribadi yang memberi dampak positif dalam bidang apa pun sesuai dengan keahlian dan profesinya. Berani melepaskan egonya demi kepentingan yang lebih luas. (*).