PURWAKARTA – Simpatisan caleg kecewa, sidang sengketa pemilu antara pihak pemohon, yakni PKB dengan pihak termohon KPUD Purwakarta diwarnai aksi lempar kardus dan telor.

Aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan para simpatisan PKB atas putusan Bawaslu yang menolak permohonan terkait pencoretan salah satu calegnya oleh KPU.

Ditemui usai sidang putusan, Kuasa Hukum PKB dari Lembaga Hukum dan HAM PKB Jabar Hendriyatna SH MH menyampaikan kekecewaannya. “Bawaslu seharusnya mempertimbangkan dari sisi yuridis, filosofis, dan sosiologis. Ini hanya berkutat di sisi administrasi saja,” kata Hendriyatna, Rabu (07/11/2018).

Ia menyayangkan majelis ajudikasi secara saklek menolak permohonan pihaknya. “Ini menjadi preseden buruk. Kenapa Bawaslu tidak memberikan kesempatan bagi caleg kami. Persoalan nanti terpilih atau tidaknya silahkan masyarakat yang menilai,” ujarnya.

Terkait langkah hukum selanjutnya, Hendriyatna menyebutkan, pihaknya akan membahasnya dengan pimpinan partai. “Yang pasti atas putusan Bawaslu ini kami sangat kecewa,” sesalnya.

Ditemui terpisah, Kuasa Hukum KPU H Dadang Supriyadi SH mengatakan, sidang ajudikasi ini dilaksanakan secara terbuka. Semua mendengar amar putusan adalah menolak seluruh permohonan pemohon.

“Kami meyakini benar putusan Bawaslu berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti di persidangan. Pun halnya saya pribadi menyimak putusan itu semua berdasarkan fakta dan bukti,” kata Dadang.

Dirinya menambahkan, putusan Bawaslu itu mengikat dan final. “Ada pun jika pihak pemohon akan mengadu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) itu menjadi pihak pemohon,” ujarnya.

Dadang menambahkan, KPUD Purwakarta pada prinsipnya akan melaksanakan dan menaati apa pun putusan Bawaslu.  “Kami juga berharap semua pihak yang berkepentingan dapat menghormati apa yang menjadi keputusan Bawaslu, karena pada dasarnya Bawaslu menjunjung tinggi azas kejujuran,” ucapnya. (dadan/win)