JAKARTA – Sebanyak 198 pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Bendungan Melayu, Koja, Jakarta Utara, digusur  jajaran kecamatan dan Satpol PP, Selasa (6/11). Keberadaannya yang menutupi jalan, hingga mengganggu ketertiban umum dikeluhkan warga.

“Kita apresiasi kepada jajaran pemerintah Kota Jakarta Utara, karena setelah puluhan tahun jalan tertutup lapak pedagang akhirnya kini bisa difungsikan kembali,” ucap Muhammad Amin, Ketua RW di sekitar.

Menurutnya, warga sebelumnya sangat terganggu dengan adanya pasar kaget di Jalan Bendungan Melayu tersebut. “Bagaimana tidak terganggu kalau akses jalan tertutup, padahal di dalam banyak fasilitas umum seperti tempat ibadah dan sekolah,” ungkapnya.

Camat Koja, Muhammad Yusuf Madjid, mengatakan penertiban terpaksa dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sebagaimana harusnya. “Selanjutnya kita juga akan melakukan rekayasa jalan dengan menerapkan sistem satu arah ke dalam,” jelasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Utara, Roni Jarpiko, menambahkan pihaknya akan melakukan pengawasan di lokasi untuk menghindari pedagang berjualan kembali di Jalan Bendungan Melayu. “Ada 20 personel nanti kita siagakan,” ungkapnya. (deny/win)