Solo - Pelatih Satya Wacana, Efri Meldi, segera mengalihkan fokus menghadapi NSH Jakarta usai dikalahkan Hangtuah 96-100. Meskipun, dia heran dengan permintaan maaf wasit usai pertandingan.

Satya Wacana dikalahkan 96-100 Hangtuah dalam lanjutan Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019 di Sritex Arena, Jumat (11/1) lewat over time. Empat kuarter diselesaikan dengan skor 76-76.

Pertandingan pun dilanjutkan dengan over time. Perpanjangan waktu pertama antara Satya Wacana dan Hangtuah berakhir 86-86.

Sejatinya, Satya Wacana mempunyai peluang untuk menutup laga dengan kemenangan. Satya wacana unggul dua angka 86-84 saat waktu di bawah 10 detik.

"(Madrious) Gibbs menguasai bola. Kemudian, Gary Jacobs berupaya membuat sacrified foul, tapi wasit tidak menganggap itu sebagai foul. Terus bola di-steal (Abraham) Wenas dan poin kembali imbang 86-86 dan terjadi over time lagi," kata Efri menjelaskan momen itu usai pertandingan.


"Setelah itu, saya tanya wasit dong, ini boleh atau enggak, "Jadi bagaimana?". Wasit bilang, "Maaf coach ini salah saya. Ini murni salah kita." Saya enggak nyalahin wasit, tapi saya hanya menceritakan kejadiannya seperti itu. Silakan beropini sendiri," dia menambahkan.

Hasil negatif itu menjadi kekalahan perdana Satya Wacana dalam empat pertemuan terakhir dengan Hangtuah. Kekalahan itu sekaligus membuat Satya Wacana makin terpuruk di posisi paling buncit Divisi Putih. Dalam delapan laga, klub asal Jawa Tengah itu sudah mengalami enam kekalahan.

Efri berharap anak asuhnya bisa bangkit di hari terakhir seri IV di Solo, meskipun Satya Wacana ditunggu tim yang relatif kuat, NSH Jakarta. Tim besutan Wahyu Widayat Jati itu menguasai puncak klasemen Divisi Putih.

"Setelah ini, anak-anak makan terus istirahat. Saya enggak menjadwalkan latihan besok pagi, karena jadwalnya terlalu mepet dengan pertandingan," kata Efri.

(fem/mrp)