JAKARTA –  RH meninggalkan surat kepada keluarga sebelum nekat menyerang dan melukai perwira Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (9/11/2018) dini hari.

Rafiudin (47) kakak kandung pri 31 tahun itu, mengatakan sebelum melakukan penyerangan adiknya sempat menulis surat untuk keluarga.

Surat yang ditulis tangan tersebut berisi permintaan maaf kepada keluarga. Juga meminta izin kepada kakak untuk meminjam motor. Surat tersebut ditempel di dinding rumah, di bawah kandang burung.

“Pamit nggak ada, dia cuma nulis surat pinjam motor sama kakaknya, surat ditempelin di tembok nulis surat buat keluarga. Intinya minta maaf kalau selama ini sudah nyusahin,” kata Rafiudin kepada poskotanews.com di rumahnya di Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurutnyya, semula kakak Rafiudin yang juga Ketua RT, tidak menyadari surat tersebut. Saat itu, dia hendak menunaikan sholat subuh di mushola yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahn. Ia kaget melihat motornya raib bahkan meyakini telah dicuri.

(Baca: Kata Kakak, Penyerang Polsek Penjaringan Belakangan Ini Senang Menyendiri)

“Tapi pas baru keluar rumah ada dua orang ternyata polisi langsung dia bilang, ‘saya nyari motor saya pak ilang’. Rupanya polisi lagi nyari abang saya. Jadi abang saya nggak tau kalau motor dibawa sama adiknya. Sebenernya dia nulis surat di situ motor saya pinjem dulu, ditempel di dinding cuma abang saya nggak lihat,” beber dia.

Surat tersebut kini telah diamankan petugas Polsek Penjaringan sebagai barang bukti. Rafiudin juga telah dimintai keterangan oleh polisi dan menjelaskan kondisi adiknya yang dia sebut belakangan sering diam dan menyendiri.

“Sebenernya abang-abang nya sayang sama dia cuma saya gak ngerti ya kok tiba-tiba kayak gini. Saya juga sering nengokin disini kasih duit namanya dia nganggur kan,” ungkap Rafiudin. (yendhi/yp)