MATA keranjang Sapardi, 31, sudah parah banget rupanya. Bayangkan, saat itu Sapardi sedang kencani Novi, 23, TTM (teman tapi mesra)-nya di kamar. Eh begitu melihat Heni, 23, teman Novi yang lebih maknyuss, langsung Novi ditinggal untuk kencani Heni di hotel. Keruan saja Novi jadi ngamuk –ngamuk!

Soal berburu cewek, setiap pemuda punya bakat masing-masing. Ada yang begitu mudah mendapatkan, berkat lobi-lobinya yang jago. Ada juga yang sudah berusaha mendekati banyak cewek, tapi selalu gagal dapat gebedan. Padahal tampang dan uang ada, tapi tak menunjang. Sebaliknya cowok yang gampang dapat gebedan, sering juga tampangnya nggak jelas, bila tak mau disebut seperti mercon bantingan!

Sapardi warga Bontang, Kaltim, termasuk cowok yang pakar perempuan. Banyak cewek yang mudah jatuh cinta padanya. Padahal dia sama sekali tak punya ajian semacam Semar Mesem. Tapi hanya dengan kerlingan mata dan senyum pesodent Sapardi, si cewek sudah bertekukuk lutut, bahkan berbuka paha juga.

Tapi meski banyak pacar cantik-cantik, saat menikah Sapardi memilih yang biasa-biasa saja. Katanya, istri berwajah biasa tak bikin ketar-ketir saat ditinggal pergi. Beda dengan bini cantik, ditinggal meleng sedikit sudah banyak yang nggodain. Ya kalau imannya kuat, kalau istri senang “imin” yang lain, sengsaralah awak!

Celakanya, istri sengaja cari yang standar, tapi hobi lama tetap dikembangkan di luar rumah. Artinya, dia terus juga pacaran dengan perempuan lain, salah satunya adalah Novi, yang aslinya dari Sangata. Sapardi sering mengunjungi rumah kos-kosan Novi dan kencan bak pasangan suami istri. Istilanya teman tapi mesra, sebab begitu mesranya, Novi mau saja melayani kebutuhan biologis Sapardi.

Tapi semua ini tak ada yang gratis. Kebutuhan hidup Novi setiap bulan selalu disubsidi oleh Sapardi, Jadi antara benggol dan bonggol berbanding lurus. Sapardi begitu royal memberikan, karena ini hasil sampingan, sehingga tanpa mengurangi jartah dan hak yang di rumah.

Belum lama ini Sapardi kencani Novi di rumah kos-kosannya. Tak lama kemudian datang Heni, teman lama Novi, yang sama sekali tak dikenal Sapardi. Tapi begitu melihat penampilan Heni yang fresh, segar laksana hawa gunung, rupanya Sapardi pengin juga. Maka ketika kemudian bertiga pergi ke kafe malam itu, Sapardi justru putar otak bagaimana bisa menggaet Heni.

Lagi-lagi Sapardi memang Don Yuan penuh bakat. Dia bisa pergi diam-diam bersama Heni ke hotel. Tentu saja Novi kelimpungan, ke mana Heni dan Sapardi pergi. Dia pikir mereka pulang duluan ke kosannya, ternyata tidak. Bahkan kata adik lelakinya, Untung, 20, dia melihat mobil Sapardi ada di parkiran hotel Surya, Rawa Indah.

Buruan Novi melabrak Sapardi ditemani sang adik. Kamar tempat cek in Sapardi-Heni bisa ditemukan. Langsung saya digedor. Begitu melihat Heni tiduran di ranjang sementara Sapardi masih di kamar mandi, emosinya langsung bangkit. Heni diterkam dan diomeli. Sapardi berusaha melerai, tapi gagal. Heni segera melapor ke polisi, karena habis dianiaya Novi yang memang tak mau cintanya direbut.

Dasar petualang, cewek cantik begitu hanya buat cadangan. (Gunarso TS)