SUKESI , 30, sedang mengalami erosi cinta pada suami, gara-gara tergoda PIL, yang menjanjikan. Agar Rahadi, 35, marah dan menceraikan, sengaja dia pasang PIL-nya di profil WA. Ternyata sukses, suami segera bawa masalah ini ke Pengadilan Agama. “Begitu dapat surat cerai saya kawin sama PIL,” ujar Sukesi.

Nama sering juga membawa peruntungan nasib. Dulu ada pengusaha bernama Tirto Utama, eh….bikin usaha air mineral Aqua, ternyata sukses dan melegenda. Merk apapun air mineral, orang sering menyebutnya sebagai Aqua, sebagaiama sepeda motor semua disebut Honda. Maka jika orang bernama Sukesi lalu jadi petualang asmara, itu namanya klop dengan kisah perwayangan.

Orangtua Sukesi agaknya memang penggemar wayang. Maka ketika punya anak perempuan 30 tahun lalu, bayi itu diberi nama Sukesi, agar kecantikannya seperti Dewi Sukesi yang dibuat rebutan Prabu Danaraja dan Begawan Wisrawa, padahal mereka ini berstatus ayah dan anak. Lucunya, yang mengalah jusrtru anak, damn Dewi Sukesi dipersunting Begawan Wisrawa yang cendekiawan, alias cendeke yen wayah awan. Bila malam tiba, memanjang……

Setelah remaja ternyata Sukesi ditakdirkan menjadi gadis cantik. Celakanya, meski sudah menikah dengan Rahadi, masih ada juga lelaki yang mengincarnya. Namanya Eko Sukadi, 32. Awalnya Sukesi sudah mengingatkan, cari saja gadis lain. “Saya sudah punya suami, kasihan jika sampeyan hanya jadi “generasi penerus” nantinya,” kata Sukesi menolak secara halus.

Tapi Eko Sukadi memang lelaki penganut madzab “alnekadiyah”. Wanita bilang “tidak” bukan berarti tidak untuk selamanya. Bisa saja suatu ketika berubah jadi ho-oh, tergantung siatuasi pendukungnya. Maka terus saja dia berusaha mendekati, meski caranya tetap saja santai. Bukan istri, kalau manggil Sukesi “nyah”, tiap Eko beli pulsa, pasti sekalian kirim pulsa Rp 100.000,- untuk Sukesi.

Lama-lama Sukesi simpati juga pada Eko Sikadi. Kebetulan usaha suaminya juga sedang tidak menggembirakan, sampai-sampai jual aset segala. Dulu Sukesi yang ke mana-mana pakai Kijang Inova, kini harus pakai sepeda motor. Benar-benar Sukesi tak siap untuk miskin. Sejak itulah dia membuka peluang untuk berkoalisi bersama Eko Sukadi, meski tak ada hubungannya dengan Pilpres 2019.

Pada perkembangan selanjutnya, bila suami sampai jual aset untuk tetap bisa bertahan dalam usaha, kini Sukesi menyerahkan “aset” miliknya pada Eko Sukadi. Sudah barang tentu Eko menikmati sampai merem melek. Meski hanya “generasi penerus” seperti pernah dikatakan Sukesi, itu tak mengurasi gairah dan semangatnya. “Masuk Pak Eko…..?” kata setan memberikan aplaus.

Sukesi benar-benar telah terkena erosi cinta pada suami sendiri. Dia pernah minta cerai, tapi Rahadi menolak dengan alasan meski usahanya kolaps tapi masih mampu ngingoni bojo (kasih makan istri). Memang iya sih, tapi Sukesi sudah tidak nyaman satu ranjang dengan suaminya. Sebab pikirannya kadung fokus pada Eko Sukadi.

Bagaimana kiat jitu untuk bisa bercerai? Diam-diam Sukesi pasang foto Eko ke profil WA-nya. Maksudnya, agar Rahadi marah dan mengajak gegeran. Dengan target semacam itu, sengaja HP androidnya ditaruh di rumah sembarangan, kadang-kadang ditinggal dengan alasan lupa. Dia memberi kesempatan suami untuk buka-buka HP-nya.

Rahadi bukan tipe lelaki yang suka buka HP orang lain, biar itu istri sendiri. Tapi entah kenapa, melihat HP istrinya kali ini ingin membuka. Dan pancingan Sukesi pun mengena, sebab ketika membuka profil WA istri, tiba-tiba terlihat foto seorang anak muda. Yang bikin Rahadi marah can cemburu, dalam foto itu ada tulisan: my love.

Benar saja, ketika Sukesi pulang langsung diiterogasi, untuk menjelaskan siapa foto lelaki itu. Sukesi pun menerangkan bla bla bla, bahkan mengaku sudah pernah pula berbagi cinta bersama Eko di sebuah hotel. “Aku sudah kotor Mas, lebih baik ceraikan saja.” Kata Sukesi. Dan ternyata Rahadi ikut jijik pula bininya sudah ternoda, sehingga hari berikutnya mengurus perceraian ke Pengadilan Agama Surabaya.

Pucuk dicinta ulam tiba, pucukan Eko memang menjanjikan. (*/Gunarso TS)