JAKARTA  – Puluhan proyek bernilai triliunan rupiah gagal lelang dan dan gagal kontrak dengan pemborong. Akibatnya, penyerapan anggaran belanja di DKI Jakarta hingga akhir kuartal III/2018 masih jauh dari target.

Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta realisasi belanja dan transfer daerah hingga kini, baru mencapai Rp 41,1 triliun atau 54 persen dari total anggaran Rp75 triliun.

“Ada beberapa proyek yang gagal lelang, gagal kontrak, atau penyedianya tidak bisa memenuhi spek yang sudah ditentukan,” tegas Sekdaprov DKI Jakarta Saefullah, Sabtu (10/11/2018).

Sebagian besar proyek tersebut ada pada sejumlah dinas atau unit kerja antara lain Dinas Bina Marga, Dinas Tata Air, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dinas Kesehatan dan Dinas erumahan.

Khusus proyek fisik, kata Saefullah, ada kemungkinan kontraktor yang sudah memenangkan lelang belum juga menagih ke dinas yang bersangkutan. Hal itu membuat anggaran di SKPD belum terserap sepenuhnya.

Sekdaprov meminta masyarakat tak melihat realisasi penyerapan anggaran hanya saat ini saja. Karena masih ada waktu satu bulan lebih hingga tutup tahun anggaran.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta mencatat penyerapan APBD 2017 mencapai Rp51,82 triliun atau 83,83% dari total anggaran Rp71,89 triliun. Penyerapan anggaran pada 2017 meningkat sebesar Rp4,69 triliun atau 9,96% dari realisasi pada 2016 yang hanya sebesar Rp47,12 triliun. (john)