SAPUAN, 19, dari Samarinda ini tergolong nekat. Bekas pacar sudah jadi bini orang kok masih diganggu juga. Tentu saja suami Rini, 18, tidak terima. Celakanya Johan, 18, suami Rini tersebut seperti katak, berdarah dingin. Tak ada kata maaf, Sapuan yang tak tahu dijebak menuruti saja kata Johan, dan akhirnya tewas dibantai.

Urusan cinta perempuan, banyak lelaki jadi mata gelap, tak bisa berfikir sejernih air mineral. Ketika kekasihnya diganggu orang, darah mendidih ingin bikin perhitungan. Padahal ketika dendam sudah terlampiaskan, barulah menyesal. Sebab kepuasan batinya itu harus ditebus dengan cara masuk penjara.

Sapuan warga Samarinda Seberang, selama ini berpacaran dengan Rini, gadis sekampungnya. Tapi karena belum jodoh, gadis itu gagal dipersuntingnya. Soalnya tiba-tiba muncul kuda hitam bernama Johan. Rini meninggalkan Sapuan, memilih Johan. Jadilah kuda hitam itu main “kuda-kudaan” dengan Rini, tentunya setelah menikah.

Tapi meski sudah milik orang lain, Sapuan masih juga mengajak berkomunikasi dengan Rini. Begitu Johan tahu, dia jadi cemburu berat. Sekali waktu dia berhasil memakai HP istrinya tanpa sepengetahuan pemiliknya. Lewat HP itu dia ber-WA-nan mengaku sebagai Rini.

Sapuan yang tak tahu siapa yang diajak WA-nan, mengikuti ajakan “Rini” untuk janjian di suatu tempat. Padahal begitu ketemu, yang muncul bukan Rini tapi Johan. Tak ada kesempatan untuk menyelamatkan diri, Sapuan pun tewas ditusuk Johan. Tapi Johan sendiri langsung ditangkap polisi.

Kasihan, pengantin baru lansung masuk penjara. Tambah dingin dong! (*/Gunarso TS)