JAKARTA – Hingga hari ke-13 pasca jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri telah menerima 195 kantong jenazah.

“Sampai kemarin satu kantong jenazah lagi yang dikirimkan ke TKP dan pagi ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh teman-teman di Instalansi Forensik di Posko Postmortem,” ujar DVI Commander Kombes Pol Lisda Cancer di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/11/2018).

Sebelumnya pada Jumat (9/11/2018), sebanyak 194 kantong jenazah telah diterima di Posko Postmortem dan telah dilakukan pemeriksaan oleh tim DVI. Dari 194 kantong jenazah tersebut terdapat 655 sampel DNA.

Terhitung sejak Rabu (31/10/2018) hingga Jumat (9/11/2018) lalu, telah berhasil teridentifikasi sebanyak 77 penumpang. “Terdiri dari 57 orang laki dan 20 orang perempuan,” jelasnya.

Empat penumpang dari 77 orang ini merupakan satu keluarga yang terdiri dari orang tua, Resti Amelia (27) dan Daniel Suharja Wijaya (30), serta dua anak laki-laki, Radhika Wijaya (4) dan Rafezha Wijaya (1 tahun 9 bulan). Sementara itu satu bayi lainnya juga telah berhasil teridentitikasi atas nama Kyara Aurine Daniendra (1 tahun 3 bulan).

Diketahui, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) pukul 10.00 WIB oleh BASARNAS.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak dengan Jakarta Control. Di dalam pesawat tersebut terdapat 189 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2/mb)