JAKARTA – Pernyataan Presiden Jokowi tentang politik genderuwo, yakni aktivitas politik yang menakut-nakuti rakyat, menurut politisi PKB Abdul Kadir Karding, mengarah kepada capres Prabowo Subianto. Sebab, sejauh ini Prabowo mengkampanyekan pesimistis, menakut-nakuti rakyat.

Menurut Karding, politik genderuwo merupakan kampanya yang memunculkan kondisi ketakutan, dan kegalauan di tengah masyarakat. Isu-isu seperti itu sengaja dimunculkan untuk membuat masyarakat takut.

“Jadi, rakyat dihantui oleh isu-isu palsu, hoaks, fitnah, tujuannya menakut-nakuti rakyat. Menurunkan optimisme dan menjadikan rakyat pesimis,” katanya.

Wakil Ketua Timses Jokowi-Maktuf ini menafsirkan, politisi yang dimaksud Jokowi mempropagandakan politik gendruwo adalah saingan di Pilpres, yakni Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo kerap menyampaikan prnyataan pesimistis, menakuti rakyat.

“Kalau Pak Prabowo sering melontarkan pesimisme, pernyataan propanganda yang menakut-nakuti rakyat, ya mungkin salah satu yang dimaksudkan ya Pak Prabowo,” ujarnya.

Dia menegaskan, seharusnya masyarakat diberikan pendidikan politik yang membangun optimisme, membuat mereka tenang dan nyaman dalam menghadapi tahun politik.

“Kan rakyat mestinya diberikan pendidikan politik, diberikan pernyataan-pernyataan yang yang bisa dicerna akal sehat, sesuai adat kebudayaan kita, dan tentu memiliki makna optimisme,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan antarsesama masyarakat. Jangan sampai terpengaruh dengan politik yang suka menakut-nakuti.

“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti,” kata Jokowi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hari ini.

“Jangan sampai seperti itu. Masyarakat ini senang-senang saja kok ditakut-takuti. Iya tidak? Masyarakat senang-senang kok diberi propaganda ketakutan. Berbahaya sekali. Jangan sampai propaganda ketakutan menciptakan suasana ketidakpastian, menciptakan munculnya keragu-raguan,” ujarnya. (*/win)